Slider[Style1]

Pendidikan

Pendidikan

Hukum & Kriminal

Ekonomi

Peristiwa

Cara Menambah Daftar Artikel Terbaru Pada Sidebar Blog

Daftar artikel terbaru atau artikel yang baru saja di publikasikan. Biasanya terletak di sidebar kanan atau kiri blog. Fungsinya sendiri adalah untuk menampilkan daftar artikel terbaru, yang mungkin saja ingin dilihat oleh pengunjung. Atau juga sebagai penanda, bahwa penulis blog, selalu update artikel atau posting terbaru di blognya. Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar dibawah ini.
cara membuat daftar artikel terbaru
Dengan adanya daftar artikel terbaru. Maka kemungkinan pengunjung untuk membuka dan membaca artikel lain di blog kita semakin besar. Dan itu bagus untuk meningkatkan jumlah View dari pengunjung. Artikel ini akan menjelaskan cara membuat daftar artikel terbaru di blog. Kurang lebih gambarnya seperti diatas. cara membuatnya cukup mudah, tidak harus edit html, yang terkadang eror, cukup memasukan url blog ditambah beberapa kode untuk menampilkan artikel terbaru. Untuk lebih jelasnya.

Cara membuat daftar artikel terbaru di blog

Ikuti langkah-langkah dibawah ini.
  1. Login ke blogger.
  2. Dari halaman dasbor ke Tata Letak.
  3. Selanjutnya dibagian layout klik Tambahkan gadget. Dan pilih Feed, seperti gambar dibawah ini.
  4. cara membuat daftar artikel terbaru
  5. Selanjutnya masukan alamat feed dari url blog kamu, dengan menambahkanatom.xml dibelakangnya. Dan klik Lanjutkan. Ganti Url dengan alamat blog kamu.
  6. cara membuat daftar artikel terbaru
  7. Maka akan terbuka pengaturan konfigurasi feed seperti gambar dibawah ini. Beri judul sesuai dengan yang kamu inginkan, dan centang buka link dijendela baru. Dan simpan.
  8. cara membuat daftar artikel terbaru
  9. Sekarang coba lihat blog kamu. Daftar artikel terbaru sudah tampil. Selesai. 
Setiap artikel terbaru yang baru saja kamu publikasikan. Akan terlihat di daftar artikel terbaru. Dengan batas tampilan 5 artikel. Artikel yang ditampilkan hanya judul saja, tidak menggunakan gambar. Untuk label, yang ditampilkan adalah semua label, tergantung label atau kategori mana yang kita masukan. Jadi bukan menampilkan satu label atau kategori yang sama, tapi semua. Semua artikel terbaru, akan terlihat di daftar artikel terbaru. Semoga Bermanfaat.

Daftar artikel terbaru atau artikel yang baru saja di publikasikan. Biasanya terletak di  sidebar  kanan atau kiri blog. Fungsinya sendiri ...

Patut Dicontoh! Tukarkan Sampah Dengan Uang di Bank

lintasjatim.com, BANGKALAN - Sampah selalu menimbulkan masalah bagi rumah tangga dan pemerintah. Tapi jika dikelola dengan baik, sampah rumah tangga bisa untuk membayar listrik, air, dan kebutuhan sekolah anak.

Di pojok timur gang Salak V Perumnas, Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, bagunan sederhana berukuran sekitar 5 x 7 meter sekilas nampak tidak berguna. Tumpukan rapi sampah kering berupa kertas, karton, plastik, bahkan sebuah kulkas memadati bangunan semi permanen itu.

Warga setempat menyebutnya Bank Sampah Bersih Madiri (BSBM), tempat menukarkan sampah rumah tangga dengan uang.

Bank sampah yang berdiri pada 28 April 2014 itu merupakan gagasan para pemuda RW 7 Salak V Perumnas. "Selain uang tunai, warga bisa jadi nasabah dengan menabung," ungkap Direktur BSBM Budi Wibowo, Selasa (3/11/2015).

Dari 160 lebih warga Salak RW VII, Nangka RW V dan VIII, 100 warga di antaranya memilih menjadi nasabah setelah membayar Rp 2000 untuk keperluan pembuatan buku tabungan. Sisanya, memilih uang tunai setelah menyetor sampah.

Hingga bulan 11 di tahun 2015 ini, nasabah dengan saldo tertinggi Rp 691 ribu tercatat atas nama H Pait. Uang sebesar itu terkumpul sejak tiga bulan yang lalu. "Ada beberapa nasabah kami yang mengambil uangnya tiga bulan sekali dan ada juga yang dua bulan sekali. Pencairannya harus dibuktikan dengan buku tabungan," jelas Budi Wibowo.

Endah Sulistiorini, warga Salak I Perumnas yang memutuskan menjadi nasabah BSBM sejak pertama bank sampah itu berdiri mengaku terbantu dengan adanya bank sampah itu. "Setelah terkumpul banyak, saya cairkan. Lumayan bisa buat bayar listrik, air, dan kebutuhan sekolah anak - anak," ungkapnya.

Keberadaan bank sampah itu, dijelaskan Endah tidak hanya mampu meringankan kebutuhan keluarganya. Ia kini tidak lagi sembarangan membuang sampah rumah tangga karena setiap barang bekas ada nilainya. "Karena sebelumnya tidak tahu, sampah dibuang depan rumah. Kadang diambil pemulung. Itu pun dihargai sangat murah," jelasnya.

Soal harga sampah, pengelola BSBM berupaya transparan kepada para nasabah. Itu terlihat pada papan putih yang disematkan di dinding sisi barat bangunan. Di papan itu tertulis lengkap jenis barang beserta harga dalam satuan kilogram.

Bagian Keuangan BSBM, Rahmawati mengatakan, harga sampah kering rumah tangga bersifat fluktuatif mengikuti nilai tukar dolar. "Setiap ada perubahan harga, pasti kami sampaikan dengan cara menulis di papan itu. Jadi para nasabah tidak perlu bertanya lagi, " tutur Rahmawati.

Ia menjadi orang pertama bersama dua rekannya. Awalnya, ia mengaku belum terbiasa berurusan dengan tumpukan sampah rumah tangga. Warga yang belum paham mencampur sampah kering dan basah.

"Awalnya terserang radang tenggoran dan batuk. Apalagi bercampur sampah basah. Tapi sekarang sudah terbiasa karena warga sudah tahu jika kami hanya menerima sampah kering," jelasnya.

Kendati masih seumur jagung, lanjutnya, BSBM menjadi bahan studi banding pemerintah daerah di Jatim seperti Malang, Jember, Pamekasan, Sumenep, Sawah Luntuh Sumatera Selatan, hingga mahasiswa Universitas Trunojoyo Malang (UTM).

sumber: surya.co.id

lintasjatim.com, BANGKALAN - Sampah selalu menimbulkan masalah bagi rumah tangga dan pemerintah. Tapi jika dikelola dengan baik, sampah ...

DEMA UINSA Gelar Lomba Hijab Antar Kampus se-Surabaya

lintasjatim.com, SURABAYA - Dalam rangka hari ulang tahun ke-61, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakulas syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA), mengadakan lomba hijab antar kampus se-surabaya, yang bertempat di Auditorium UINSA, pada Selasa, (03/11/2015).

Lomba hijab tersebut diikuti 22 peserta yang datang tidak hanya dari UINSA, namun juga dari kampus luar, daintaranya dari Universitas Airlangga (UNAIR) dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Acara tersebut mendatangkan tiga dewan juri ternama, yakni Weikelyana Soetya, ia merupakan putri hijab Indonesia tahun 2015; Meanz, yang merupakan miss foto genic tahun 2014; serta Mas Maulana Ulun, finalis Gok Jombang tahun 2012.

Dalam hal penilaian, dewan juri menentukan tiga keriteria pada setiap peserta, keriteria tersebut diantaranya pertama mengenai kreatifitas, yang meliputi kesesuaian tata rias, make up, bentuk muka dengan hijab yang dikenakan, dan keserasian aksesoris.

Kedua, fungsional yang meliputi jilbab harus menutupi kepala, leher, dada, dan bahu dengan sempurna. Selain itu pakaian yang dikenakan tidak boleh ketat dan transparan. Ketiga, esteika yang meliputi gaya hijab, gaya berbusana, ekspresif, berkarakter, dan penilaian secara secara keseluruhan.

Selaian penilaian dari segi berbusana, dewan juri juga memberi penilaian dalam segi kecerdasan masing-masing peserta. Untuk mengetahui seberapa cerdas peserta lomba hijab yang diadakan DEMA FSH tersebut, dewan juri mengajukan beberapa pertanyaan kepada masing-masing peserta. Beberapa pertanyaan yang diajukan diantaranya meliputi perkembengan Islamic Fashion di Indonesia, motivasi mengikuti lomba hijab, pengertian hijab menurut agama dan dirinya sendiri, baik mana seorang perempuan yang cantik luar atau dalam, dan pendapat tentang seorang perempuan yang mulanya mengenakan hijab lalu kemudian melepas hijabnya.

Lima finalis berhasil terpilih sebagai hijabers terbaik, mereka antara lain Lailatul Mukharomah, Alimatus, Nila Ni’matun Nikmah, Hanim Afifah, dan Viki Lidyanti. Selanjutnya, untuk menentukan siapa yang akan terpilih menjadi terbaik 1, 2, 3, harapan 1, dan harapan 2, akan diumumkan pada acara puncak ulang tahun FSH, pada 4 November 2015,yang bertempat di halaman FSH. 

Menurut Ayu Rizki, mahasiswi semester 5 Program Studi (Prodi) Hukum Pidana Islam FSH, yang merupakan salah seorang peserta lomba hijab yang diadakan DEMA FSH mengungkapkan kebahagiaannya untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut, “saya sangat senang bisa ikut memeriahkan acara ulang tahun Fakultas Syariah dan Hukum.” Ungkapnya.

Selain itu, menurut M. Habibi Royi Kholikunnur, yang merupakan salah satu panitia dalam lomba hijab tersebut menjelaskan, tujuan acara tersebut diadakan adalah untuk melihat dan menilai kecantikan wanita tidak hanya dari paras yang menarik, namun juga perlu dinilai dari kecerdasan otak yang baik, “kami menilai wanita tidak hanya dari luar, namun juga dari dalam yang biasa kita sebut inner beuty.” Jelasnya.

Sebagai tambahan, rangkain perlombaan yang diadakan oleh DEMA FSH tidak hanya lomba hijab, namun juga ada beberapa lain diantaranya lomba orasi ilmiah, penulisan esai, mading 3G, foto kreatif, bazar entrepeneurship, bola volly, stand up comedy, dan banjari. Rangkain lomba akan dilaksanakan mulai 2-4 November 2015. 

Untuk diketahui, Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya (sebelum berubah menjadi UIN pada 2014), secara sah berdiri melalui Keputusan Menteri (KEPMEN) Agama No. 20 tahun 1965 tentang Peresmian Pembukaan Institut Agama Islam Negeri Al-Djami’ah “SUNAN AMPEL” di Surabaya. Fakultas pertama yang didirikan adalah Fakultas Syariah (kini menjadi FSH), sehingga bila dibandingkan dengan fakultas lain dilingkungan UINSA, FSH merupakan yang tertua. [bidin/stj]


lintasjatim.com, SURABAYA - Dalam rangka hari ulang tahun ke-61, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakulas syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan ...

Pemuda Potret Pemimpin Masa Depan

Ilustrasi Pemuda
lintasjatim, OPINI - Setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya. Adagium ini patut kita renungkan bersama pasca ‘seremonial’ Hari Sumpah Pemuda. Mengapa seremonial? Karena perlu kita akui, peringatan Hari Sumpah Pemuda yang berlangsung selama ini kebanyakan cenderung seremonial saja, hanya dirayakan dengan wacana. Tak lebih! 

Kembali pada adagium di atas, seiring berjalannya waktu, pemimpin ditingkat manapun yang sekarang sedang melaksanakan tugas dan tanggungjwabnya, mau tidak mau harus berhadapan dengan waktu. Pergeseran kursi kepemimpinan menjadi suatu hal yang mutlak adanya. Maka, mempersiapkan pengganti bagi kursi kepemimpinan yang ditinggalkan adalah sebuah kewajiban. Tentu, berbicara tentang pengganti idealnya kita berbicara tentang pemuda. 

Refleksi Sejarah

Delapan puluh tujuh tahun lalu, tepatnya pada 28 Oktober 1928, perwakilan organisasi kepemudaan Indonesia dari berbagai wilayah seperti Jong Java, Jong Batak, Jong Ambon dan Jong Sumatranen Bond berkumpul bersama, mengakui, mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sebuah capaian yang luar biasa di era kolonial saat itu dengan berhasil menghimpun kekuatan persatuan dan kesatuan sebagai modal besar untuk menyongsong kemerdekaan.

Pertemuan para founding fathers itu menegaskan bahwa kita sebagai bangsa Indonesia mempunyai tekad untuk bersatu melalui modus vivendi (kesepakatan luhur). Ikatan primordial yang berbeda diikat dalam bingkai komitmen persatuan demi kepentingan bersama. Sebagaimana diungkapkan Clifford Geertz, ikatan primordial adalah ikatan asal yang terdiri agama, ras suku, daerah, dan bahasa yang sering menjadi sumber konflik dan pemecah belah bangsa jika tidak ada kekuatan yang mengikat dengan kokoh (Mahfud, 2010:101). Pemuda di era 1928 berhasil melebur ikatan primordial, dan dari moment bertemunya perbedaan itulah terlahir sebuah momentum kebangkitan bangsa yang kemudian melahirkan Sumpah Pemuda. 

Spirit persatuan dan kesatuan yang dicontohkan oleh perwakilan pemuda Indonesia yang berkumpul dalam sebuah forum bernama Kongres Pemuda itu menjadi modal kita juga untuk Indonesia yang lebih baik. Menjadi pemikir besar, berjiwa besar dan, mementingkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Akhirnya, kita bisa melihat tokoh-tokoh seperti Mohamad Yamin, Amir Syarifuddin, Wage Rudolf Supratman, Mohamad Roem yang merupakan punggawa Kongres Pemuda tahun 1928 tampil menjadi manusia 1945 yang turut merebut kemerdekaan dan mempunyai peran penting dalam keberlangsungan kehidupan bernegara.

Pada gilirannya, Momen kelahiran Sumpah Pemuda memberi pelajaran yang luar biasa bagi kita, pemuda abad XXI.

Pemuda Pemimpin Masa Depan

Sampai hari ini, kemerdekaan yang diproklamirkan sejak tujuh puluh tahun lalu nampak masih semu. Kita sebagai sebuah bangsa yang merdeka, kenyataannya masih hidup dalam bayang-bayang imprealisme, baik dari bangsa asing, atau bangsa sendiri. Bangsa asing melakukan penjajahan budaya, ideologi, dan ekonomi, bangsa kita melakukan penjajahan berupa korupsi, kekerasan, dan diskriminasi. Momen peringatan Hari Sumpah Pemuda adalah momen yang tepat untuk menelaah kembali keberlangsungan kehidupan kebangsaan kita. 

Sumpah pemuda adalah gerakan kesadaran, bahwa pemuda adalah masa depan sejarah negara. Kepada pemuda masa depan Indonesia bertumpu. Pemuda lah pengganti para pemimpin yang saat ini menjabat posisi penting di negara kita. 

Perkataan Bung Karno “beri aku sepuluh pemuda, maka akan ku guncang dunia” patut kita renungkan. Pemilihan kata akan ku guncang dunia menandakan bahwa pemuda punya peran penting dalam proses kebangkitan. Benar. Kebangkitan di sektor manapun. 

Tahun 1928 pemuda bangkit dengan melahirkan Sumpah Pemuda. Tahun 1945 berhasil merebut kemerdekaan. Tahun 1998 dengan reformasi. Semua melibatkan pemuda. Maka pemuda sudah selayaknya terbangun. Sebab, pemuda saat ini adalah pemimpin masa depan.

Pemimpin adalah pemegang kendali. Dalam konteks Indonesia yang notabene ‘kapal besar’ dengan ribuan pulau, maka pemimpin haruslah punya visi besar dan bermental kokoh. Pemimpin berperan penting dalam perubahan nasib negara. 

Sosiolog Muslim ternama, Ibnu Khaldun menyatakan bahwa pemimpin memiliki peran yang besar dalam membentuk masyarakat. Bahkan pada masalah agama pun masyarakat cenderung mengikuti pemimpinnya. Begitujuga yang disampaikan Madogal dan Tard, seorang psikolog dan sosiolog modern, bahwa masyarakat berasal dari hasil kerja dan rekayasa para pemimpinnya, para pembaru, dan ahli pikir (Zainuddin: 2015:7) 

Berangkat dari pernyataan tokoh-tokoh di atas, mempersiapkan sosok ideal sebagai pemimpin masa depan adalah sebuah kenyataan. Berbagai upaya harus dilakukan sebagai manifestasi merancang masa depan Indonesia. Dalam hal ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan pemuda untuk Indonesia yang lebih baik. Pertama, pelajari sejarah. Hal ini dilakukan untuk memantapkan pemahaman tentang proses perjalanan sebagai sebuah bangsa. Melalui pengkajian literatur dan diskusi sejarah (termasuk pemikiran bapak bangsa) kedepannya diharapkan dapat menelurkan pemimpin yang benar-benar mengenal dan cinta pada bangsa. Bukan pemimpin yang berkhianat, sebab tak mau tahu betapa berat perjuangan para pendahulu. 

Kedua, mempelajari masa yang akan datang. Bukan hanya paham sejarah, tetapi juga harus paham masa yang akan datang agar tidak terjebak pada romantisme historis. Banyak dari kita yang terlampau sibuk dengan masa lalu dan sama sekali tak mengenal tantangan dan hal-hal yang terkait dengan masa yang akan datang. Hari esok pun masuk dalam poin kedua ini. Di sinilah pola fikir dan sikap yang ideal. Berdiri di masa kini, mengaca ke belakang, menatap ke depan. 

Demikianlah, Bersama kita hadirkan ruh Sumpah Pemuda dalam diri kita masing-masing. Peringatan Hari Sumpah Pemuda bukanlah seremonial belaka. Bersama kita bangkit. Kita adalah masa depan negara. Selamanya lagu kita tetap sama; Indonesia Raya !

Penulis:
Robbah MA
Mahasiswa Filsafat Politik Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat
UIN Sunan Ampel


Ilustrasi Pemuda lintasjatim, OPINI - Setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya. Adagium ini patut kita renungkan bersama p...

Hasil Kerja Keras, Embarkasi Surabaya Terbaik se-Indonesia

Ilustrasi
lintasjatim.com, SURABAYA - Penyelenggaraan haji 2015 dari seluruh penjuru nusantara telah berakhir Senin (26/10) lalu. Embarkasi Surabaya sebagai salah satu embarkasi terbaik se-Indonesia secara umum mendapatkan indeks kepuasan sebesar 79 persen dari jamaah haji.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kakanwil) Jawa Timur, Mahfud Shodar mengatakan secara keseluruhan indeks kepuasan jamaah haji Embarkasi Surabaya sebesar 79 persen sudah tergolong ketegori memuaskan. “Sejak di Asrama Haji Sukolilo kita berupaya memberikan layanan terbaik agar para jamaah haji dapat beribadah dengan khusyuk,” katanya, Kamis (29/10) di Kemenag Jatim. 

Mahfud menjelaskan berdasarkan jenis pelayanan yang diberikan petugas kepada Jamah Haji Embarkasi Surabaya, Indeks Kepuasan tertinggi dicapai pada jenis pelayanan penerimaan jamaah haji oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya sebesar 89 persen.

Dibanding pelayanan tahun lalu, ia mengungkapkan indeks kepuasaan tahun ini mengalami kenaikan sebesar 1 persen. Kenaikan terbesar terjadi pada pelayanan Penerimaan jamaah haji oleh PPIH Embarkasi Surabaya yakni 2 persen. 

Lebih lanjut, ia menambahkan berdasarkan layanan yang diterima jamaah haji, saat berada di Asrama Haji, layanan yang diberikan petugas dan layanan yang diberikan Kelompok Bimbingan, tertinggi terjadi pada pelayanan akomodasi sebesar 84 persen.

Kategori lainnya, dijelaskan Mahfud Indeks kepuasan jamaah haji Embarkasi Surabaya saat di Arab Saudi sebesar 80 persen. Indeks tertinggi dicapai pada jenis Pelayanan Transportasi, sebesar 86 persen dan terendah Pelayanan Catering sebesar 75 persen.

Indeks kepuasan jamaah haji Embarkasi Surabaya saat di Asrama Haji sebesar 80 persen, sementara Indeks kepuasan jamaah haji Embarkasi Surabaya terkait pelayanan Petugas Haji sebesar 83 persen. Tarakhir Indeks kepuasan jamaah haji Embarkasi Surabaya terhadap layanan Kelompok Bimbingan sebesar 73 persen.

Seperti diketahui, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) awal 2014 merilis embarkasi haji terbaik. Embarkasi Surabaya berhasil ditetapkan sebagai embarkasi terbaik se-Indonesia. Tahun ini, embarkasi surabaya menargetkan agar prestasi ini tetap dipertahankan.

Kabid PHU Kemenag Jatim, HM Sakur mengatakan, prestasi embarkasi Surabaya dari tahun ke tahun merupakan buah dari kerja keras semua pihak. Terutama upaya Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) dalam menyiapkan pelayanan sejak beberapa bulan yang lalu.

“Pelayanan terkait kesehatan, makanan, jadwal penerbangan, ruang istirahat, dan pengawalan khusus pada CJH lansia adalah beberapa konsentrasi yang terus diperbaiki. Meski menjadi yang terbaik, itu tidak membuat kita berdiam diri, namun terus meningkatkan layanan,” katanya.

Ia menambahkan, haji tahun ini embarkasi Surabaya melakukan perbaikan dan penambahan fasilitas di beberapa sisi embarkasi. Calon Jamaah Haji (CJH) akan dimanjakan dengan suasana yang asri dan penuh ketenangan. Sebagai tempat transit sebelum berangkat ke tanah suci, CJH membutuhkan tempat yang kondusif. [luk/stj]


Ilustrasi lintasjatim.com, SURABAYA - Penyelenggaraan haji 2015 dari seluruh penjuru nusantara telah berakhir Senin (26/10) lalu. Embarkasi ...

Membumikan Nilai Pluralitas Bangsa Indonesia

Ilustrasi
lintasjatim.com, OPINI - Indonesia merupakan salah satu negara multikulturalis terbesar di dunia. Berbagai pluralitas yang ada di Indonesia terdiri dari keragaman kelas sosial, etnis dan ras, gender, anak berkebutuhan khusus, agama, bahasa, dan usia. Hal ini dapat didukung oleh data sebagai berikut: merupakan negara yang mempunyai kurang lebih 17.000 pulau; jumlah penduduknya lebih dari 250 juta; mempunyai lebih dari 700 suku bangsa; memiliki lebih dari 360 dialek bahasa lokal; beragam Agama atau kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa (Soebadio, H., 1983; Yaqin, A.M. 2005); dan Indonesia terdiri dari 34 propinsi. 

Untuk mengelola keragaman ini, para pendiri bangsa ini di tahun 1945 memutuskan sebuah platform bersama, yakni Pancasila, yang mempunyai lima nilai inti: ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Nilai-nilai ini mengatur kehidupan masyarakat. Peran penting agama dalam kehidupan publik diakui oleh sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa”, tetapi sila ini tidak mendukung agama tertentu, termasuk Islam—agama mayoritas—untuk menjadi ideologi negara.

Konstitusi Indonesia (UUD 1945) menjamin kebebasan setiap warga negara untuk mengamalkan keyakinannya. Pasal 29 UUD 1945 menyatakan “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.”

Untuk menjamin pluralitas bangsa indonesia agar senantiasa utuh dan berjalan harmonis, pendiri bangsa ini selain mencetuskan platform besar dalam bentuk pancasila dan UUD 1945, ada satu pilar penting yang patut kita ketahui dan hayati, yakni Bineka Tunggal Ika. Bhinneka Tunggal Ika, adalah semboyan pada lambang negara Republik Indonesia yang keberadaannya berdasarkan PP No 66 Tahun 1951, yang mengandung arti “Berbeda tetapi satu”. Semboyan tersebut menurur Prof. Soepomo, menggambarkan gagasan dasar, yakni menghubungkan daerah-daerah dan suku-suku bangsa di seluruh nusantara menjadi Kesatuan Raya.


Bila merujuk pada asalnya, yaitu kitab Sutasoma yang ditulis oleh Empu Tantular pada abad XIV, ternyata semboyan tersebut merupakan seloka atau slogan yang menekankan pentingnya kerukunan antar umat dari agama yang berbeda pada waktu itu yaitu Syiwa dan Budha. Dengan demikian, konsep Bhinneka Tunggal Ika yang lengkapnya berbunyi “Bhinneka Tunggal Ika Tanhana Dharma Mangrva” merupakan kondisi dan tujuan kehidupan yang ideal dalam lingkungan masyarakat yang serba majemuk dan multi etnik.

Meski secara teoritis bangsa indonesia sudah mempunyai landasan yang cukup kuat untuk membingkai keberagaman yakni melalui Pancasila, UUD 1945, dan Bineka Tunggal Ika. Namun, faktanya di Indonesia pernah terjadi beberapa konflik yang bernuansa suku, agama, ras, dan golongan (SARA), diantaranya adanya pemberontakan di Aceh dikobarkan oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk memperoleh kemerdekaan dari Indonesia antara tahun 1976 hingga tahun 2005; pemberontokan yang terjadi di Maluku oleh organisasi sparatis Republik Maluku Selatan (RMS) 1950-sekarang, peberontakan Organisasi Papua Merdeka (OPM), konflik Poso; dan lain-lain.


Adanya konflik yang bermotif SARA tersebut penting kita catat sebagi sebuah upaya untuk menginstropeksi diri: seberapa mampu bangsa indonesia membumikan nilai pluralitas sebagai identitas nasional yang dapat dijadikan bingkai persatuan atas keberagaman suku bangsa. Internalisasi nilai pluralitas perlu ditanamkan dalam setiap individu bangsa Indonesia sebagai wujud bahwa kita menghormati perbedaan diantara kemajemukan bangsa. Perlunya penerapan konsep unity in diversity yakni suatu konsep yang secara filosofis dapat mengikat bangsa Indonesia yang berbeda mampu hidup berdampingan sebagai satu-kesatuan.



Ilustrasi lintasjatim.com, OPINI - Indonesia merupakan salah satu negara multikulturalis terbesar di dunia. Berbagai pluralitas yang ada di ...

IRONI atau KOMPROMI?

Ilustrasi Plagiat
lintasjatim.com, OPINI - Plagiarisme dan contek-mencontek sudah disepakati bahwa ia merupakan tindakan yang tidak terpuji. Lebih jauh lagi, ia mencederai moralitas. Namun, meski hal ini sudah diketahui secara luas, tindakan tercela tersebut masih tetap dilakukan dengan berbagai macam alasan. Pelajar dari sekolah atau perguruan tinggi islam pun tidak terkecualikan. Apakah ini ironi atau ada kompromi didalamnya?

Dalam salah satu kaidah ushul fiqh menyebutkan, apabila terdapat dua mudharat sekaligus, ambillah yang paling besar mudharatnya. Artinya, kita diizinkan untuk melanggar ketentuan tertentu agar terhindar dari keburukan yang lebih besar. Dalam kaitannya dengan plagiarisme dan contek-mencontek, seorang teman yang melakukan tindakan tersebut berpendapat berlandaskan pada kaidah diatas. Dia mengatakan bahwa apabila dia tidak mencontek dan akhirnya tidak lulus ujian, dia akan tambah membebani orang tuanya secara ekonomi dan mental karena dia harus mengulang mata kuliah yang tidak lulus tersebut. Akhirnya, dia menyimpulkan bahwa mencontek boleh-boleh saja. Sekilas, analoginya nampak masuk akal. Namun, jika dicermati kembali, mungkin kita akan berpikir berulang kali tentang ‘kebolehan’ tersebut.

Penulis khawatir bahwa orang yang melakukan plagiarisme dan contek-mencontek tersebut adalah orang yang tidak atau malas berusaha agar mampu mengerjakan tugas dan ujiannya tanpa tindakan tercela tersebut. Maka, apapun alasannya untuk membenarkan tindakan tercela itu tetaplah sulit untuk diterima. 

Lantas, bagaimana dengan orang yang sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin, tapi tiba-tiba lupa saat menghadapi soal-soal ujian? Adakah toleransi untuk plagiarisme dan contek-mencontek? Dalam hemat penulis, hal tersebut tidak bisa dibenarkan karena pendidikan sendiri untuk mencetak manusia yang tidak hanya cerdas otaknya, tapi juga mulia karakternya. Selanjutnya, jika alasan plagiarisme dan contek-mencontek itu adalah untuk ‘tidak membebani’ orang tua nantinya, maka penulis meyakini bahwa orang tua akan lebih ‘terbebani’ mengetahui anaknya menjadi plagiator dan penipu dan tidak lulus mata kuliah.

Lalu, mengapa kita harus menolak plagiatisme dan contek-mencontek? Akibat tindakan itu bisa merugikan banyak orang. Namun, dampak negatif pada diri sendiri: Pertama, tindakan tersebut bisa menghambat kreatifitas. Kedua, ini yang paling penting bahwa ia mngejarkan sifat malas. Seseorang yang sudah terbiasa dengan tindakan tercela itu akan terbiasa pula menjadi malas dan tidak berusaha. Bukankah nilai sesuatu terletak pada proses dan usahanya?

Untuk sebagian orang, keadaan tanpa plagiarisme dan contek-mencontek sulit diterima. Namun, tidakkah kita (dengan modal agama, pelajaran keislaman, dan kampus islam pula) terdorong untuk tidak melakukan tindakan tercela itu? Karena nampaknya plagiarisme dan contek-mencontek dalam kehidupan yang islami bukan merupakan sebuah kompromi, tapi ironi yang nyata.

Penulis: Mohammad Iqrom
(Penulis Adalah Aahasiswa Fakultas Ekonomi Islam UIN Sunan Ampel Surabaya) 


Ilustrasi Plagiat lintasjatim.com, OPINI - Plagiarisme dan contek-mencontek sudah disepakati bahwa ia merupakan tindakan yang tidak terpuji...


Top